πππ
101. "Ada banyak yang ingin kujelaskan, tetapi pepatah bilang kita lebih cepat paham jika mengalaminya langsung."—Leslie, Deep Insanity: The Lost Child, eps. 1.
102. "Kita bisa mengetahui keahlian seseorang dengan melihat bagian otak yang mereka pakai."—Larry, Deep Insanity: The Lost Child, eps. 2.
103. "Mimpi itu berbeda dari kenyataan."—Leslie, Deep Insanity: The Lost Child, eps. 2.
104. "Orang pintar tak 'kan terjun ke dunia politik seperti mereka."—Iceman, Deep Insanity: The Lost Child, eps. 3.
105. "Larry, kau tidak merasakan rasa sakit ini, 'kan? Tapi kau harus sadar bahwa ada yang akan merasa sakit jika kehilangan dirimu."—Leslie, Deep Insanity: The Lost Child, eps. 3.
106. "Jika kita sentimental terhadap setiap kematian, hati tak 'kan kuat."—Kobato, Deep Insanity: The Lost Child, eps. 7.
107. "Malam hari bisa mengubah cara pandang seseorang dengan drastis."—Kou Yamori, Yofukashi no Uta, eps. 2.
108. "Sesuatu yang sampai membuatmu menangis, sebaiknya jangan dilakukan."—Kou Yamori, Yofukashi no Uta, eps. 6.
109. "Saat orang jatuh cinta, otak mereka akan menghasilkan hormon dopamin dalam jumlah banyak. Dikatakan kalau rasanya sangat mirip dengan mengonsumsi obat jenis tertentu."—Akihito, Yofukashi no Uta, eps. 9.
110. "Jangan seenaknya ngejek hobi yang jelas-jelas disukai orang lain."—Marin Kitagawa, Sono Bisque Doll 1, eps. 1.
111. "Kau harusnya bilang saja kalau kau tak mau melakukannya. Kau harus lebih memikirkan dirimu sendiri. Katakan apa yang sebenarnya kau rasakan demi kebaikan dirimu sendiri."—Marin Kitagawa, Sono Bisque Doll 1, eps. 1.
112. "Punya pendirin terhadap sesuatu memang penting."—Marin Kitagawa, Sono Bisque Doll 1, eps. 3.
113. "Mencintai sesuatu bukan berarti kau mahir dalam melakukannya. Tak ada jaminan yang mengatakan semua kerja kerasmu terbalaskan."—Kakek Gojo, Sono Bisque Doll 1, eps. 4.
114. "Justru karena kau menyukainya, kau bisa menguatkan dirimu saat semuanya terasa sulit. Keinginan untuk membuat orang lain senanglah yang telah mendorong kita di saat sulit."—Kakek Gojo, Sono Bisque Doll 1, eps. 4.
115. "Dan menurutku, hal terbaik dari cosplay adalah kau bisa menjadi apa pun yang kau inginkan. Kalau kau merasa sedikit pun ingin mencobanya, maka kau harus mencoba cosplay."—Wakana Gojo, Sono Bisque Doll 1, eps. 9.
116. "Kita tak bisa melihat apa yang mereka rasakan, tetapi semua orang punya perjuangannya masing-masing."—Wakana Gojo, Sono Bisque Doll 1, eps. 9.
117. "Pasti rasanya sulit untuk mengatakan hobi atau kesukaan seseorang kepada orang lain. Itu butuh keberanian."—Wakana Gojo, Sono Bisque Doll 1, eps. 10.
118. "Kenyataan itu berat. Jadi, aku memutuskan untuk menemukan gadis-gadis baik di dunia mimpi."—Yuuki Oojima-kun, Koi to Senkyo to Chocolate, eps. 2.
119. "Nilai kata maaf akan jatuh ketika terlalu sering diucapkan."—Satsuki Shinonome, Koi to Love to Chocolate, eps. 2.
120. "Hanya kuda-kuda yang mengikuti pacuan yang bisa menang. Kuda-kuda yang tidak ikut tidak akan bisa menang."—Yuuki Oojima, Koi to Senkyo to Chocolate, eps. 2.
121. "Membuat makanan bersama dengan seseorang yang kamu cintai terdengar sangat menyenangkan."—Isara Aomi, Koi to Senkyo to Chocolate, eps. 7.
122. "Salah satu untuk memasak dengan baik adalah selalu mencicipi dulu saat kamu membuatnya."—Satsuki Shinonome, Koi to Senkyo to Chocolate, OVA.
123. "Saat kita mengharap imbalan, perbuatan baik kita jadi tiada artinya."—Rentarou Satome, Black Bullet, eps. 3.
124. "Yang paling menakutkan tentang membunuh orang adalah terbiasa melakukannya. Saat kita membunuh seseorang dan tahu kalau tak 'kan dapat hukuman, itulah saat orang-orang melupakan dosa-dosanya."—Rentarou Satome, Black Bullet, eps. 3.
125. "Aku tidak ingin jadi manusia yang tidak mampu mengucapkan impiannya."—Seitenshi-sama, Black Bullet, eps. 5.
126. "Jika ada secangkir air di gurun pasir, orang-orang cuma akan saling bunuh untuk mendapatkannya."—Sumire Muroto, Black Bullet, eps. 11.
127. "Mungkin manusia memiliki dua wajah. Cahaya dan kegelapan. Dan inilah wajah cahaya jika kau bisa melihat doa dan harapan dalam setiap cahaya ini."—Rentarou Satome, Black Bullet, eps. 13.
128. "Mustahil. Capek. Merepotkan. Ketiga kata tersebut bisa memengaruhi potensi pada manusia."—Aria H. Kanzaki, Hidan no Aria, eps. 2.
129. "Hidup itu perlu dijalani dengan perlahan. Anak yang terlalu terburu-buru nanti akan jatuh."—Hidan no Aria, eps. 4.
130. "Manusia ditentukan oleh gen mereka. Mereka tanpa sifat-sifat yang tepat, tidak peduli seberapa keras mencoba, akan segera mencapai batas mereka."—Tooru Sayanaki, Hidan no Aria, eps. 12.
131. "Wanita suka pria yang hebat memasak."—Eriko-san, Dragon Crisis, eps. 1.
132. "Es krim adalah teman wanita."—Eriko-san, Dragon Crisis, eps. 1.
133. "Jika kau membuang ketidakpastian dan hanya mengejar apa yang harua kau lakukan, kau secara alami akan menguasai kekuatanmu."—George, Dragon Crisis, eps. 4.
134. "Kau hanya akan menderita saat dibatasi oleh kebencian."—Dragon Crisis, eps. 5.
135. "Apakah dia benar atau salah, dia harus memutuskannya sendiri. Kau harus memutuskan sendiri apa yang akan kaulakukan suatu hari nanti."—Eriko, Dragon Crisis, eps. 12.
136. "Kau tidak boleh berkata tua kepada wanita."—Popura Taneshima, Working 1, eps. 1.
137. "Begini, seseorang tidak bisa senang kalau dalam bahaya."—Popura Taneshima, Working 1, eps. 2.
138. "Orang yang tinggi harus tenang dan sabar. Karena itu, selnya berkembang dengan baik."—Jun Satou, Working 1, eps. 3.
139. "Hubungan orang lain akan rusak kalau kau ikut campur dengan urusan mereka."—Hiroomi Souma, Working 1, eps 7.
140. "Todoroki, adakalanya pria harus melakukan apa yang harus dilakukannya."—Jun Satou, Working 1, eps. 9.
141. "Hidup itu terkadang berat."—Hiroomi Souma, Working 1, eps. 9.
142. "Kata orang, benci dan cinta itu beda tipis."—Popura Taneshima, Working 1, eps. 10.
143. "Dengan dapatkan pengalaman kerja, bisa membangun sosialisasi dan kepercayaan diri."—Kyouko Shirafuji, Working 1, eps. 10.
144. "Gadis yang sedang jatuh cinta akan mengambil kesempatan apa pun, 'kan?"—Jun Satou dan Hiroomi Souma, Working 2, eps. 8.
145. "Kekuatan sejati dibangun dari suara pikiran dan tubuh yang bugar."—Kozue Takanashi, Working 2, eps. 11.
146. "Mencoba membunuh orang itu tindakan salah."—Yayoi Houzuki, Dark Gathering, eps. 7
147. "Untuk menakuti gagak lain, orang dulu biasanya menaruh mayat gagak."—Keitarou Gentouga, Dark Gathering, eps. 8.
148. "Mempelajari sesuatu yang dibenci hanya akan memperburuk semuanya."—Hitomi Tsukishiro, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 2.
149. "Mempelajari sesuatu itu akan bagus kalau sedikit demi sedikit."—Ibu Kohaku Tsukishiro, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 3.
150. "Dunia tanpa warna ... aku tak bisa membayangkannya."—Yuito Aoi, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 3.
151. "Bukankah tak mengetahui sesuatu yang akan terjadi itu terasa mendebarkan?"—Hitomi Tsukishiro, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 4.
152. "Foto monokromatik itu mirip seperti lukisan tinta. Tanpa warna. Pandangan seseorang bisa meluas saat melihatnya. Jika warnanya lebih sedikit, mungkin kamu bisa memahami sesuatu yang berharga."—Yuito Aoi, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 4.
153. "Yang menentukan masa depan adalah dirimu sendiri."—Asagi Kazeno, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 5.
154. "Sesuatu yang berharga memang sering tertusuk duri. Mungkin kami terlalu dekat. Kamu pasti b8sa menemukan bagian yang lembut. Orang yang memberi tusukan biasanya memiliki bekas luka tertentu."—Kohaku Tsukishiro, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 6.
156. "Kalau cuma senyuman, itu membosankan. Selain itu, ikatan bisa menjadi lebih kuat kalau sedikit dipukul."—Kurumi Kawai, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 6.
157. "Menyesal itu tak 'kan mengubah apa pun. Yang terpenting adalah apa yang akan terjadi. Karena mereka suka dan mereka punya mimpi, mereka menggunakan alasan itu untuk terus maju."—Kohaku Tsukishiro, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 7.
158. "Kesukaan orang itu berbeda-beda dan mungkin kamu bisa menemukan hal yang lebih kamu sukai. Hal itu tak perlu diputuskan sekarang. Selama tak terburu-buru, kamu pasti baik-baik saja."—Kurumi Kawai, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 7.
159. "Foto yang sama tak 'kan bisa diambil dua kali. Seperti langit, semua orang itu terus hidup. Lampu yang menyala kemarin, sekarang telah padam. Tanpa sadar, pemandangan yang sama telah berubah lagi."—Shou Yamabuki, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 9.
160. "Membuat orang bahagia itu memang menyenangkan."—Yuito Aoi, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 12.
161. "Menggambar untuk orang lain adalah sesuatu yang hebat, loh."—Kakak kelas Yuito, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 12.
162. "Menyukai seseorang bukanlah sesuatu yang buruk."—Asagi Kazeno, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 12.
163. "Memberi tahu seseorang kalau kamu selalu melihatnya atau bilang suka kepadanya; saat kamu mengingat momen-momen itu, saat lelah, itu adalah obat yang manjur."—Kurumi Kawai, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 12.
164. "Warna gelap dan warna cerah, semua itu membentuk dirimu. Tidak usah dihapus. Di masa depan, tetaplah tersenyum."—Yuito Aoi, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 13.
165. "Sebuah perasaan bisa mengubah dunia."—Hitomi Tsukishiro, Irozuku Sekai no Ashita Kara, eps. 13.
166. "Aku rasa, kita harus percaya pada orang yang kita sukai dan jangan takut menyakitinya. Harus berani dan jangan ragu memulainya."—Youhei Mashiba, Working! 3, eps. 3.
167. "Cinta itu bagai gulat. Menyerang adalah pertahanan terbaik. Kamu harus lebih agresif."—Kozue Takanashi, Working! 3, eps. 3.
168. "Kalau ada masalah, curhat saja biar dibantu."—Yachiyo Todoroki, Working! 3, eps. 9.
169. "Setiap orang bisa berubah."—Nazuna Takanashi, Working! 3, eps. OVA.
170. "Terkadang, berubah itu penting. Tapi terkadang, berubah juga penting."—Souta Takanashi, Working! 3, eps. OVA.
171. "Aku tidak akan memeluk cowok yang punya pacar."—Popura Taneshima, Working! 3, eps. OVA.
172. "Terlalu memanjakan dan menyayangi majikan bukanlah tugas seorang pelayan."—Sebastian, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 4.
173. "Menambah pengetahuan bukanlah hal yang merugikan."—Sebastian, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 4.
174. "Tugas pelayan bukan hanya mencemaskan majikannya. Pelayan sejati harus menyambut kepulangan majikannya dalam kondisi sempurna."—Tanaka-san, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 4.
175. "Untuk mengobati luka hati, istirahat adalah obat yang terbaik."—Tanaka-san, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 5.
176. "Seberapa pun hebatnya seorang prajurit, luka parah di medan perang bisa membuat panik."—Baldroy, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 5.
177. "Anak bukanlah alat orang tua."—Ciel Phantomhive, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 8.
178. "Manusia itu bisa berubah dengan cepat."—Ciel Phantomhive, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 12.
179. "Menganggap orang lain tidak setara itu tidak sopan."—Sebastian, Kuroshitsuji 5: Midori no Majo-hen, eps. 13.
180. "Maju sendirian bukanlah hal yang bisa dilakukan semua orang apalagi demi orang lain."—Shingo Natori, Wind Breaker 2, eps. 3.
181. "Kata-kataku mungkin tak bisa diandalkan, tapi jangan menanggung semuanya sendirian. Bukankah kita teman?"—Akihiko Nirei, Wind Breaker 2, eps. 3.
182. "Saat lelah, makanan apa pun tak 'kan ada rasanya, tapi saat makan bersama orang-orang yang membuat hatimu aman, anehnya jadi terasa enak. Yang sudah terjadi tak bisa diubah. Apa pun yang orang pikirkan, kita hanya bisa menanggungnya dan terus menjalani hidup. Ke depannya pun pasti akan banyak hal melelahkan. Saat itu terjadi, ingatlah! Rasa itu adalah bukti bahwa kau tidak sendirian."—Hajime Umemiya, Wind Breaker 2, eps. 3.
183. "Tapi, tetap saja. Aku ingin orang tahu tentang keberadaanku."—Akihiko Nirei, Wind Breaker 2, eps. 4.
184. "Dengan mengandalkan temanmu dan memercayakan tugas kepada mereka, bisa menyelesaikan masalah yang kau hadapi. Bahkan kalau itu adalah sesuatu yang bisa kaulakukan, orang lain melakukannya untukmu sehingga kau bisa melakukan hal yang lain. Apa yang bisa dilakukan satu orang dalam waktu yang terbatas tidak terlalu banyak. Bagaimanapun juga, menyuruh atau meminta orang lain untuk melakukan sesuatu mungkin sedikit menakutkan pada awalnya."—Kotoha Tachibana, Wind Breaker 2, eps. 4.
185. "Hanya karena labelnya berubah, bukan berarti isinya berubah. Tak ada cara untuk mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, tapi tetap saja, teman-temanmu ... bahkan ketika mereka melihatmu terlihat lemah; bahkam ketika mereka melihatmu merasa takut dan kehilangan kesabaran, tak ada yang menolakmu."—Ren Kaji, Wind Breaker 2, eps. 4.
186. "Bahkan kalau itu tak masuk akal dan tak keren, aku tetap menyukainya. Hal ini berlaku untuk semua orang. Mengandalkan dan diandalkan. Memaafkan dan dimaafkan dan tetap bersama. Jadi, tak apa-apa."—Hajime Umemiya, Wind Breaker 2, eps. 4.
187. "Hidup sebagai manusia tidak semudah itu. Orang dewasa sering berkata begitu. Kalau begitu, meski berat, aku pikir inilah hidup. Ternyata bukan. Jalan ini bukan segalanya."—Haruka Sakura, Wind Breaker 2, eps. 5.
188. "Sakura-kun, merepotkan dan direpotkan orang itu bukan hal jelek. Semua pasti punya kelemahan dan sisi tidak keren, tapi bukan berarti kita harus takut maupun malu akan hal itu."—Hayato Suo, Wind Breaker 2, eps. 5.
189. "Perasaan suka seseorang bisa membuat orang di sekitarnya ikut menjadi kuat."—Anggota Roppo-Ichiza, Wind Breaker 2, eps. 10.
190. "Mereka yang mengejek sesuatu yang disukai orang lain itu biasanya tak puas dengan dirinya sendiri."—Tasuku Tsubakino, Wind Breaker 2, eps. 10.
191. "Mereka yang punya segalanya tak 'kan tahu perasaan orang yang tidak punya apa-apa."—Shuhei Suzuri, Wind Breaker 2, eps. 10.
192. "Penderitaan karena tidak punya apa-apa muncul karena kau ingin punya sesuatu, 'kan?"—Tasuku Tsubakino, Wind Breaker 2, eps. 10.
193. "Tak ada orang yang langsung sempurna sejak awal. Orang baru wajar membuat kesalahan. Kalau ada anak baru yang jago dari awal, kami juga bakal susah cari makanlah. Ya, selama kalian mau belajar, pasti akan ada jalan."—Kanji Nakamura, Wind Breaker 2, eps. 10.
194. "Hargailah orang yang sudah berkorban demi wanita yang disukainya."—Akihiko Nirei, Wind Breaker 2, eps. 10.
195. "Apa pun yang orang-orang bilang, dirikulah yang berhak menentukan tempatku berada."—Haruka Sakura, Wind Breaker 2, eps. 11.
196. "Perubahan itu datang dengan perjuangan."—Mizuki Saku, Wind Breaker 2, eps. 11.
197. "Jika kau ingin mencapai tempat yang tinggi, kau harus terus mengejar impianmu."—Witch Watch, eps. 5.
198. "Mungkin, mencoba berbagai pekerjaan bukanlah ide buruk."—Morihito Otogi, Witch Watch, eps. 8.
199. "Tidak ada yang membuat malu. Kau seharusnya bicara seperti biasanya saja pada gadis incaranmu."—Nico Wakatsuki, Witch Watch, eps. 9.
200. "Kita banyak kelemahan. Tapi tidak peduli seberapa kecil kekuatan kita, jika kita gabungkan kekuatan kita, semuanya akan selesai."—Nico Wakatsuki, Witch Watch, eps. 12.
πππ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar