🍀🍀🍀
301. "Jika Anda ingin meraih hati seseorang, Anda harus menghabiskan waktu untuk mengenalnya. Jika Anda ingin memasuki hati seseorang, tidak ada jalan pintas."—Sadanaga Miura, Kijin Gentoushou, eps. 10.
302. "Yang bisa dipahami dan diketahui manusia pada akhirnya terbatas. Yang bisa dilihat seseorang dibatasi jangkauan penglihatan mereka. Soalnya setiap orang itu, yang bisa mereka ketahui hanya kisah mereka sendiri. Tapi, tidak terlihat bukan berarti tidak ada yang tak bisa dilihat siapa pun tapi benar-benar ada. Ingatlah baik-baik dan jangan pernah lupakan."—Kijin Gentoushou, eps. 10.
303. "Terkadang, jauh lebih baik ketika mendengar pendapat yang berbeda."—Yuri Makuwa, Witch Watch, eps. 14.
304. "Tapi sepertinya, takdir adalah sesuatu yang tidak seharusnya kau paksa untuk melawannya. Terima saja dan bersenang-senanglah."—Nemu Miyao, Witch Watch, eps. 15.
305. "Mengintimidasi untuk menunjukkan dominasi sejak awal itu sungguh menjijikkan."—Kiryu Miharu, Witch Watch, eps. 16.
306. "Kau ubah ciri khas yang kaumiliki sejak lahir menjari senjata."—Kiryu Miharu, Witch Watch, eps. 16.
307. "Hal-hal buruk mungkin terjadi, tapi aku yakin ada juga kenangan indah. Kenangan yang penting bagimu. Ada banyak hal yang tidak bisa kau ubah sejak lahir. Jadi, tak 'kan membantu kalau kau hanya mengeluh. Kalau kau mulai menyalahkan orang lain, kau tak 'kan bisa berhenti."—Keigo, Witch Watch, eps. 16.
308. "Kau tak boleh mengatakan sesuatu seperti itu dengan keras. Ada sesuatu yang disebut kotodama. Ibuku bilang, itu berarti kata-kata punya kekuatan misterius."—Nico Wakatsuki, Witch Watch, eps. 19.
309. "Aku yakin, setiap orang punya rahasia yang tak bisa mereka bagikan."—Kiryu Miharu, Witch Watch, eps. 21.
310. "Setiap orang punya satu atau dua rahasia."—Kiryu Miharu, Witch Watch, eps. 21.
311. "Kau harus menjaga hal yang misterius ketika menyangkut cinta yang murni."—Nico Wakatsuki, Witch Watch, eps. 22.
312. "Hal yang sangat luar biasa untuk punya teman yang punya hobi yang sama denganmu."—Yuri Makuwa, Witch Watch, eps. 23.
313. "Senang rasanya punya sesuatu yang bisa didedikasikan untuk dirimu sendiri."—Nico Wakatsuki, Witch Watch, eps. 23.
314. "Kepercayaan diri berasal dari usaha dan mungkin kau menyukai bagian dirimu sendiri."—Morihito Ogata, Witch Watch, eps. 24.
315. "Ya, dunia ini sangat berbahaya. Mungkin semua orang merasa gelisah. Seperti peribahasa, "Terbangun dari tidur panjang karena kapal uap.""—Yotaka/Kinu, Kijin Gentoushou, eps. 11.
316. "Kesalahan itu bukan sesuatu yang bisa diukur dari besarnya. Terkadang ada yang baru menyadari betapa pentingnya setelah sekian lama. Tapi, meski mungkin akan menyesalinya di masa depan, anak muda harus menjalani hidup sesuai keinginannya dengan sepenuh hati. Lalu, saat mereka tersandung, menyiapkan tempat kembali adalah peran orang dewasa sebagai orang tua. Karena, tidak ada sesuatu yang tidak bisa diubah."—Ayah Natsu dan Jinta, Kijin Gentoushou, eps. 12.
317. "Dan dalam aliran waktu ini, manusia menenun kehidupan mereka bersama, baik sekejap maupun abadi. Bahkan saat mereka saling berkelahi dan berpisah, tanpa ucapan selamat tinggal yang terakhir. Musim yang tak terhitung jumlahnya datan dan pergi dan waktu berubah secara diam-diam."—Kijin Gentoushou, eps. 14.
318. "Membantu mewujudkan impuan suamimu adalah bagian dari menjadi seorang istri."—Istri Kaneomi, Kijin Gentoushou, eps. 15.
319. "Kau tahu, sulit percaya kepada orang yang menyimpan banyak rahasia."—Yunagi, Kijin Gentoushou, eps. 16.
320. "... bahkan jika itu ketidakmurnian, keberadaannya masih memiliki makna."—Jinya Kadono, Kijin Gentoushou, eps. 17.
321. "Hidup adalah anugerah, tapi merupakan perpaduan antara yang baik dan yang buruk. Perubahan juga punya rasa yang sama. Aku tak tahu beban apa yang ada di pundakmu, tapi kau tak akan sama tanpanya, 'kan?"—Yotaka/Kinu, Kijin Gentoushou, eps. 19.
322. "Ketika masa lalu muncul di kepalamu dan membuatmu ingin menangis, banggalah! Karena itu adalah bukti kalian membangun sesuatu untuk dirimu sendiri yang patut disyukuri. Tapi, aku punya permintaa. Jangan biarkan rasa takut untuk mengucapkan selamat tinggal membuatmu mengabaikan masa kini. Akan selalu ada saat-saat ketika mengingat masa lalu membuatmu ingin membenci segalanya, tapi kalian berdua istimewa. Kalian bisa lebih dari itu untuk menemukan kebahagiaan bersama orang lain. Umurmu yang panjang adalah hal yang membuatmu hidup di masa kini menjadi pengalaman yang penting. Itu yang kuyakin terbaik untukmu."—Sadanaga Miura, Kijin Gentoushou, eps. 19.
323. "Karena ada orang yang menderita akibat pilihannya. Melakukan hal yang benar dengan cara yang benar belum tentu jawaban terbaik. Butuh pencuri untuk menangkap pencuri. Urusan iblis harus diserahkan kepada iblis."—Ofuu, Kijin Gentoushou, eps. 20.
324. "Mungkin, kelemahan kita bukan hal yang buruk."—Jinya, Kijin Gentoushou, eps. 21.
325. "Saat hari-hari biasa mulai terasa berat, kita semua ingin bersantai dan beristirahat. Jika keinginan itu betul terwujud dan seseorang akhirnya bisa bernapas dengan tenang, orang mungkin takut kembali ke hari-hari biasa itu. Hidup tidak pernah berjalan sesuai keinginanmu. Hidup saja sudah cukup sulit, tapi kau tidak bisa tetap terjebak di tempat seperti ini. Ya, bersantai sesekali tidak apa-apa."—Jinya, Kijin Gentoushou, eps 24.
326. "Saat hal-hal yang hilang bertambah, begitu pula hal-hal yang kau dapatkan. Lagi pula, itu karena kau sudah hidup cukup lama hingga kau merasa senang dengan reuni yang tidak terduga."—Jinya Kadono, Kijin Gentoushou, eps. 24.
327. "Aku melalui banyak hal dan sayapku terluka dalam prosesnya. Sekarang, aku tidak bisa terbang."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 4.
328. "Kita ini teman yang berpetualang bersama, 'kan? Bertualang itu penuh bahaya. Kalau kamu merahasiakan sesuatu, itu akan merepotkan yang lain."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 5.
329. "Karena diharapkan sebanyak itu, pasti sakit saat dikhianati."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 5.
330. "Kenangan hebat itu tidak semudah itu terbentuk."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 5.
331. "Aneh sekali. Di atas tempat tidur, kenangan yang hanya ada di novel tanpa disadari menjadi kenangan yang nyata."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 6.
332. "Cinta tuh enggak kasih waktu buat mikir, Hairi-kun."—Shizuku Mizuori, Summer Pockets, eps. 8.
333. "Apa jadi enggak ada artinya kalau kita berpisah? Walaupun kita berpisah, walaupun kita enggak bakal ketemu lagi, kurasa itu enggak bikin perasaan kita enggak berarti. Seberapa pun sakitnya, aku tetap sayang kamu. Itu enggak berubah. Kamu yang bikin aku ingat itu."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 8.
334. "Kado itu cara terbaik buat nunjukkin perasaan ke orang yang kamu cintai."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 9.
335. "Kadang-kadang, kita emang butuh ngerasa unggul. Kadang-kadang, kita semua pengen jadi orang lain juga."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 11.
336. "Bro sejati tahu kapan harus kasih ruang."—Ryouichi Mitani, Summer Pockets, eps. 12.
337. "Kamu masih anak-anak, jadi boleh kok bilang apa yang kamu mau. Anak-anak enggak perlu sungkan."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 18.
338. "Menurutku, enggak ada cara yang benar untuk jadi ibu. Yang penting untuknya apa yang ingin kamu lakukan."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 19.
339. "Saat kamu sedih, kamu tidak perlu menahannya. Ungkapkanlah apa adanya. Sampaikan ke orang di dekatmu. Saat kamu menghadapi kesedihan yang tak bisa dihadapi sendirian, kamu bisa melewatinya selama bisa berbagi dengan seseorang. Ulurkan tanganmu. Selama ada kehangatan yang bisa diraih di sana, maka akan baik-baik saja."—Shiroha Naruse, Summer Pockets, eps. 20.
340. "Enggak semua kenangan itu indah."—Kakek Shiroha, Summer Pockets, eps. 24.
341. "Seperti halnya kita bisa rindu masa lalu, aku merasa rindu pada masa depan yang belum pernah kulihat."—Hairi Takahara, Summer Pockets, eps. 26.
342. "Pakai alat untuk menutupi kekurangan sendiri itu kelakuan yang bodoh, mu."—Mumu, Uchuujin Muumuu, eps. 2.
343. "Bahkan, seorang jenius pun jangan terlalu memaksakan diri."—Decimaru, Uchuujin Muumuu, eps. 6.
344. "Yang terpenting saat makan, jika yang masak ada di depanmu, jadinya lebih tenang pas makan, 'kan?"—Sakurako Umeyashiki, Summer Pockets, eps. 8.
345. "Elektronik untuk hal-hal khusus itu tentang keberagaman. Dan keberagaman itu bisa memicu ide pada seseorang."—Wataru Tenkubashi, Uchuujin Muumuu, eps. 13.
346. "Romansa adalah potensi."—Wataru Tenkubashi, Uchuujin Muumuu, eps. 13.
347. "Hanya karena baru dan praktis, bukan berarti bagus."—Anomori, Uchuujin Muumuu, eps. 14.
348. "Kalau orangnya enggak mau berubah, lebih gampang yang di sekitarnya yang menyesuaikan."—Sakurako Umeyashiki, Uchuujin Muumuu, eps. 18.
349. "Olahraga itu kayak bikin "mesin". "Mesin" bertenaga tinggi yang butuh banyak energi. Bakar kalori lebih banyak dalam aktivitas sehari-hari itu yang bikin kita kurus."—Wataru Tenkubashi, Uchuujin Muumuu, eps. 18.
350. "Dengar! Kalau mau berubah, yang pertama harus berubah itu dirimu sendiri."—Wataru Tenkubashi, Uchuujin Muumuu, eps. 18.
351. "Mulai sekarang, bahkan USB pun kamu harus tahu "kepribadian"-nya. Kayak milih pacar, Sakurako."—Mumu, Uchuujin Muumuu, eps. 21.
352. "Budaya itu memori eksternal untuk pengetahuan dan pengalaman. Cuma ada makna kalau dipakai dan diwariskan. Sekalinya hilang, tak akan pernah bisa kembali."—Guru Mumu, Uchuujin Muumuu, eps. 22.
353. "Aku percaya persahabatan tidak pernah memudar walaupun kami terpisah."—Ryuichi Naruhodo, Gyakuten Saiban 1, eps. 11.
354. "Seorang pengacara hanya bisa tertawa saat putus asa."—Ryuuichi Naruhodo, Gyakuten Saiban 1, eps. 12.
355. "Di pengadilan, bukti adalah segalanya."—Reiji Mitsurugi, Gyakuten Saiban 1, eps. 13.
356. "Jangan menanggungnya sendiri! Kita bukan pahlawan. Kita hanyalah manusia. "Menyelamatkan seseorang"? Itu bukanlah tugas yang mudah."—Reiji Mitsurugi, Gyakuten Saiban 1, eps. 23.
357. "Mereka yang menyembunyikan kebenaran akan dikhianati oleh kebenaran."—Reiji Mitsurugi, Gyakuten Saiban 1, eps. 23.
358. "Sepintar apa pun kau menyembunyikannya, kebenaran akan selalu terungkap."—Reiji Mitsurugi, Gyakuten Saiban 1, eps. 24.
359. "Kita hanya bisa saling percaya dan berjuang dengan semua yang kita miliki. Percaya pada seseorang dan mengandalkan mereka adalah satu-satunya cara untuk menjangkau kebenaran."—Ryuuichi Naruhodo, Gyakuten Saiban 1, eps. 24.
360. "Jaksa tidak berjuang untuk ketenaran dan kemuliaan."—Reiji Mitsurugi, Gyakuten Saiban 1, eps. 24.
361. "Memperlihatkan secercah harapan kepada manusia lemah lalu mengalahkan secara telak, mirip sekali dengan lintah darat."—Yumeko Jabami, Kakegurui 1, eps. 3.
362. "Sikap orang sepertimu yang tidak melawan balik orang yang kurang ajar akan menjadi hewan peliharaan abadi."—Yumeko Jabami, Kakegurui 1, eps. 5.
363. "Kiwatari, janganlah menilai segala hal dari tolok ukurmu karena semua manusia terlahir berbeda-beda. Hal yang dapat dimaafkan, hal yang tidak dapat dimaafkan, tidak ada orang yang akan menurutimu seratus persen."—Yumeko Jabami, Kakegurui 1, eps. 5.
364. "Berurusan dengan orang gila memanglah susah."—Kaede Manyuda, Kakegurui 1, eps. 8.
365. "Konsep paradoksal yang tak bisa dimengerti oleh keinginan seseorang itulah sifat alami perjudian."—Yumeko Jabami, Kakegurui 1, eps. 9.
366. "Setiap kali semuanya terlihat berjalan lancar, saat itulah biasanya ada halangan yang datang."—Runa Yomozuki, Kakegurui 1, eps. 10.
367. "Jika kau sadar akan kemampuanmu, maka kau pasti bisa menemukan tujuan. Untuk merealisasikan suatu ambisi, kamu harus mengambil risiko. Semakin tinggi ambisimu, semakin besar pula risikonya. Risiko itu mungkin saja waktu atau mungkin usaha yang mengorbankan nyawamu."—Kaede Manyuda, Kakegurui 1, eps. 10.
368. "Pada saat itu, pergi ke bulan hanyalah impian belaka. Tapi, itu terwujud. Jadi, mungkin saja impian lain juga bisa terwujud. Kita bisa menjadi apa pun dan bisa pergi ke mana pun. Selagi masyarakat dipenuhi harapan itu, dia memutuskan tak 'kan pergi ke mana pun."—Hanako-kun, Jibaku Shounen no Hanako-kun 1, eps. 6.
369. "Anak muda memang ingin serba sempurna di dalam dirinya. Dulunya juga aku begitu, kok. Tapi, di saat yang sama, kau akan menerima dirimu yang sekarang. Sama seperti aku. Jadi, jangan bimbang dan jalani hidup dengan riang."—Shirosaki, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 4.
370. "Harusnya, virus-virus yang biasa dipunyai cowok itu disimpan di folder terpisah sambil dianalisi cara gombal dan karakter mereka terus dijadikan patokan buat memilih cowok lainnya. Kalau kamu sih ditimpa terus makanya kena gombalan yang sama berkali-kali."—Sayaka Watanabe, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 5.
372. "Saat membicarakan sesuatu yang disukai, apalagi jika ada teman yang sama, menyenangkan, ya."—Kazunari Usa, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 5.
373. "Bukan hanya anak kecil saja yang bisa bersenang-senang, orang dewasa juga butuh."—Shirosaki, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 6.
374. "Setiap orang menyukai hal yang berbeda. Jadi, bukan salahku kalau aku tidak suka."—Chinatsu, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 6.
375. "Memang benar kalau setiap orang menyukai hal yang berbeda. Jadi, mau bagaimana lagi. Tapi, kita akan merasakan sakit kalau seorang teman mengatakan hal yang jelek terhadap apa yang kita sukai."—Ritsu Kawai, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 6.
376. "Kalau mau menyelesaikan masalahnya, kamu harus berusaha lebih keras."—Sumiko, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 6.
377. "Lebih enak merayakan sesuatu dengan makan makanan yang lezat bersama-sama, 'kan?"—Chinatsu, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 6.
378. "Kalau sudah tumbuh dewasa, akan ada banyak hal yang terlupakan. Bisa jadi, itu kenangan yang indah."—Mayumi Nishikino, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 10.
379. "Membaca karya picisan itu sesuatu hal yang biasa. Yang aneh itu adalah kalau mengejek niat orang lain yang ingin membaca lebih banyak buku."—Ritsu Kawai, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 12.
380. "Wanita itu layaknya minuman beralkohol. Makin tua makin jadi, tapi terkadang ada juga botol yang saat dibuka isinya bakteri semua."—Sayaka Watanabe, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 12.
381. "Kalau dia tipe orang yang senang melakukan segalanya bersama, tak 'kan ada orang yang punya kecocokan 100%. Yang penting dalam berteman itu bukanlah mencari kecocokan, melainkan bisa tidaknya kalian menerima perbedaan satu sama lain."—Mayumi Nishikino, Bokura wa Minna Kawaisou, eps. 12.
382. "Saat otakmu sedang kelelahan, kau membutuhkan gula."—Mari Fukami, Nana Maru San Batsu, eps. 2.
383. "Pertandingan selalu soal kesempatan. Pertandingan selalu menyenangkan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi."—Gakuto Sasajima, Nana Maru San Batsu, eps. 3.
384. "Kompetisi itu adalah masalah kesempatan. Menyenangkan karena tak ada yang tahu apa yang akan terjadi."—Jinko Sasajima, Nana Maru San Batsu, eps. 7.
385. "Lebih mudah mengingat sesuatu dengan membaca hal yang berkaitan daripada membaca semua hal secara acak."—Gakuto Sasajima, Nana Maru San Batsu, eps. 7.
386. "Kompetisi adalah kesempatan. Kalah hari ini adalah akar kemenangan besok."—Jinko Sasajima, Nana Maru San Batsu, eps. 8.
387. "Sangat tidak baik menertawakan kesalahan orang lain."—Shiki Koshiyama, Nana Maru San Batsu, eps. 11.
388. "Pemenang sejati tetap bisa menang, tak peduli apa pun peraturannya."—Chisato Mikuriya, Nana Maru San Batsu, eps. 12.
389. "Kalau takut akan merepotkan, pasti akan sulit jadi akrab karena diri sendiri juga tidak senang. Justru harus lebih terbuka dan saling memaafkan saat merepotkan. Kalau tidak begitu, tidak akan benar-benar bisa akrab."—Ren Aharen, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 3.
390. "Kurasa, manusia itu adalah hal yang pasti berubah. Maka dari itu, meski perubahan ke arah baik maupun arah buruk, tapi aku ingin kita terus bersama."—Raidou-kun, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 3.
391. "Terkadang, seseorang ingin sendiri untuk beberapa saat."—Raidou-kun, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 6.
392. "Semua orang membuat kesalahan. Tak ada gunanya menangisi susu yang tumpah."—Reina Aharen, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 7.
393. "Terkadang, tidak memikirkan apa pun itu adalah hal yang penting. Kau boleh memikirkan banyak hal, tapi terlalu banyak berpikir pun tidak baik."—Toubaru-sensei, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 9.
394. "Tapi, impianmu itu adalah milikmu. Ooshiro, kau seharusnya melakukan hal yang memang ingin kau lakukan."—Guru Walas III Aharen, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 9.
395. "Tapi, jika kau ingin menggapai impianmu, jangan serahkan impianmu pada orang lain. Impianmu adalah milikmu."—Mitsuki Ooshiro, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 9.
396. "Menggerakkan orang lain itu sama dengan mengajari orang lain. Kalau memang kau bisa, kurasa sebaiknya kau mencoba."—Raidou-kun, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 11.
397. "Kalau kau tidak tahu jawaban yang benarnya, sebaiknya kau mengutamakan hal yang ingin kau lakukan."—Raidou-kun, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 11.
398. "Aku belum tahu masa depan seperti apa, tapi setidaknya, aku ingin berusaha untuk hari-hari di depanku ini. Karena itu akan jadi pengalaman berharga yang hanya bisa kita lakukan sekarang. Meskipun setelah ini semuanya berjalan menuju jalan yang berbeda. Kenyataan bahwa kita pernah ada di sini ingin kunyatakan."—Reina Aharen, Aharen-san wa Hakarenai 2, eps. 12.
399. "Cinta bukan tentang ketakutan, tapi tentang menikmatinya."—Saya Otsuka, Busu ni Hanataba, eps. 12.
400. "Mana mungkin tak ada apa-apa saat kamu menangis."—Yosuke Ueno, Busu ni Hanataba, eps. 12.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar