πππ
201. "Membesarkan seorang anak memang sangat sulit. Itu sudah pasti."—Misaki Oga, Beelzebub, eps. 10.
202. "Jika ada sesuatu yang ingin kaukatakan, katakanlah dengan jelas dan keras."—Tatsumi Oga, Beelzebub, eps. 10.
203. "Seperti apa yang dikatakan orang tua, bayi akan tidur nyaman jika dia di antara ibu dan ayahnya."—Nyonya Oga, Beelzebub, eps. 12.
204. "Orang-orang tanpa kekuatan akan dijadikan boneka. Itu terjadi sepanjang waktu. Tidak akan ada yang terjadi hanya dengan keras kepala seperti itu. Memiliki target akan membuatmu menjadi pria yang lebih kuat."—Kanzaki dan Himekawa, Beelzebub, eps. 21.
205. "Kekuatan sejati bukanlah tentang mengalahkan seseorang, melainkan tentang melindungi seseorang. Tidak peduli seberapa kuat kau atau berapa banyak pertempuran yang kaulewati, tanpa itu kau tidak akan pernah memenangkan pertempuran. Tidak peduli apa pun itu."—Zenjuro Saotome, Beelzebub, eps. 21.
206. "Situasi mendesak membutuhkan solusi yang mendesak juga."—Kotaro Tennouji, Rewrite 1, eps. 1.
207. "Kita memang tidak boleh mengabaikan isu lingkungan."—Kotaro Tennouji, Rewrite 1, eps. 3.
208. "Kau tahu, seorang teman tidak akan pernah membiarkan temannya sendirian."—Kotaro Tennouji, Rewrite 1, eps. 6.
209. "Jika kau menghargai kehidupan yang sekarang, berhentilah ikut campur urusan orang lain."—Sakuya Ootori, Rewrite 1, eps. 7.
210. "Saat pria berusaha sekeras ini, usahanya itu demi orang yang dicintainya."—Pani, Rewrite 1, eps. 10.
211. "Meskipun kecil, umat manusia sudah membuat banyak hal menakjubkan."—Kagari, Rewrite 1, eps. 10.
212. "Monster sekalipun punya hal yang ingin dia lindungi."—Midou, Rewrite 1, eps. 10.
213. "Cinta, kecantikan, dan kebajikan pasti ada di dunia ini. Begitu juga dengan kebencian, keburukan, dan kebodohan."—Rewrite 1, eps. 11.
214. "Rumor ada untuk dibuktikan, 'kan?"—Lucia Konohana, Rewrite 1, eps. 11.
215. "Manusia terus mengurangi umur planet ini, melalui tindakan merusak dan permusuhan. Tidak ada artinya melakukan itu semua."—Rewrite 1, eps. 11.
216. "Hidup itu seperti berjalan di atas tali yang tipis."—Kotaro Tennouji, Rewrite 1, eps. 13.
217. "Ketika melibatkan sesuatu yang penting, maka beban terasa lebih berat."—Kotaro Tennouji, Rewrite 1, eps. 13.
218. "Kecerdasan yang tinggi membuat emosi manusia menjadi dingin. Yang mengabaikan perasaan hangat dari cinta dan kepedulian. Tidak peduli di mana seseorang berada, pasti ada yang menemukannya. Sebuah bintang yang menunjukkan jalan."—Kotaro Tennouji, Rewrite 2, eps. 1.
219. "Cara untuk istirahat di saat sedan ujian adalah melupakan semua yang kau pelajari dan melakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan ujian. Aku yakin, melakukan hal yang sama terus-menerus membuat pikiranmu menjadi kaku. Dan pikiranmu mungkin akan hancur kalau kau memaksakannya."—Kotaro Tennouji, Rewrite 2, eps. 2.
220. "Pertemanan tanpa pamrih itu sangat langka dan sangat berharga."—Esaka-san, Rewrite 2, eps. 5.
221. "Jangan merendahkan dirimu sendiri. Kau akan terus berada di bawah kalau begitu. Pertahankan seranganmu tetap simpel dan berani. Jangan mengorbankan semuanya demi bertaruh dalam pertarungan psikologi. Simpel tapi efektif menggunakan kekuatan adalah dasar dan rahasia sukses."—Esaka-san, Rewrite 2, eps. 5.
222. "Ada banyak cara untuk hidup dan berguna. Kalau semua orang yang disebut pahlawan itu seperti Mikuni, organisasi akan hancur. Bahkan dengan kemampuanmu saat ini, kau bisa jadi prajurit yang bagus."—Esaka-san, Rewrite 2, eps. 5.
223. "Mereka yang mati tidak akan bisa hidup kembali."—Kotaro Tennouji, Rewrite 2, eps. 8.
224. "Hidup tak akan bisa terus ada jika menyerah."—Kagari, Rewrite 2, eps. 9.
225. "Meski kita tahu di dalam kepala kita; perasaan kita, hati kita, tak 'kan mendengarnya. Itulah manusia, Kagari."—Kotaro Tennouji, Rewrite 2, eps. 9.
226. "Mudah menjadi suci, meski lemah sekalipun. Tapi, hanya yang kuat yang menang."—Esaka-san, Rewrite 2, eps. 10.
227. "Kemampuan dan tekad akan membuka jalan menuju masa depan. Walaupun kamu harus menelan planet tempatmu berasal, kamu harus keluar menuju kediaman baru. Semua itu akan membentuk kenangan yang tak terlupakan. Perasaan yang tak terbalas pasti membuatmu merasa kosong."—Kagari, Rewrite 2, eps. 11.
228. "Orang yang terobsesi ingin menjadi kuat sering bertindak seperti orang bodoh."—Izumi, Beelzebub, eps. 33.
229. "Sekali kau memasuki pertempuran itu, kau akan menjadi kuat. Bukankah itu esensi dari para pembuat onar?"—Beelzebub, eps. 35.
230. "Seorang penguasa sejati harus tetap maju untuk menyempurnakan kehebatannya."—Himekawa, Beelzebub, eps. 40.
231. "Jangan khawatir. Kau pasti akan menjadi lebih kuat. Selama kau memiliki kamuan, yakinlah!"—Aoi Kunieda, Beelzebub, eps. 49.
232. "Waktu pasti akan berlalu ketika kamu bersenang-senang."—Hantu UKS, Beelzebub, eps. 53.
233. "Bukankah bagus punya banyak hal yang ingin diberi tahu? Itu membuatku semakin senang untuk hidup. Dunia ini adalah tempat yang sangat menarik."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 1.
234. "Ide yang besar butuh dinyatakan dengan kalinat besar agar tersampaikan, 'kan?"—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 1.
235. "Bagaimanapun baju tidurku, aku masih bisa melihat mimpi."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 1.
236. "Hidupku memang kuburan harapan."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 1.
237. "Ternyata, air mata bisa untuk hal senang dan sedih, ya."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 2.
238. "Jika hatimu cantik, penampilanmu juga cantik. Yang penting bukan penampilan luar, tetapi isi hati."—Marilla Cuthbert, Anne Shirley, eps. 2.
239. "Saat menantikan sesuatu, sudah mendapat separuh kebahagiaan."—Anne Shirley, eps. 3.
240. "Namun, salah juga kalau mengakui sesuatu yang tidak dilakukan."—Marilla Cuthbert, Anne Shirley, eps. 3.
241. "Seseorang tak bisa terus sedih di dunia yang indah ini."—Anne Shirley, eps. 4.
242. "Perpisahan itu menyayat hati, ya. Tapi, seseorang tak bisa terus putus asa."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 5.
243. "Untuk imajinasiku pun ada hal yang tak bisa kutulis."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 6.
244. "Aku membuat kesalahan, tapi tiap kesalahan membantuku memperbaiki kekuranganku."—Anne Shirley, eps. 7.
245. "Eng ... jangan menyerah pada romansamu, Anna. Tapi, jangan berlebihan juga. Secukupnya saja. Secukupnya saja sudah bagus."—Matthew Cuthbert, Anne Shirley, eps. 7.
246. "Kita semua harus punya tujuan dalam hidup dan terus mengejarnya, tapi kita harus pastikan dulu itu layak dikejar."—Bu Guru Stacy, Anne Shirley, eps. 7.
247. "Di dunia yang tidak sempurna ini, memang tidak bisa semuanya sempurna, ya. Persaingan membuat belajar terasa berarti."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 7.
248. "Tujuan yang bagus tak perlu besar. Cobalah manfaatkan setiap hari sebaik mungkin."—Bu Guru Stacy, Anne Shirley, eps. 7.
249. "Aku tak ingin menjadi siapa pun, selain diriku."—Anne Shirley, eps. 8.
250. "Ingat, ya! Belajar itu harus menyenangkan."—Bu Guru Stacy, Anne Shirley, eps. 8.
251. "Menjadi dewasa itu menyenangkan, tapi banyak sekali yang dilakukan dan pikirkan hingga tak sempat bicara melebih-lebihkan lagi."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 8.
252. "Matahari akan tetap terbit dan terbenam, entah aku gagal atau tidak di ujian matematika."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 8.
253. "Kita sudah kaya, loh. Karena kita sudah hidup selama 15 tahun dan memiliki imajinasi dan kita tahu cara menikmati pemandangan ini. Aku tak ingin menjadi siapa pun, selain diriku. Meski tak pernah dikelilingi permata seumur hidupku, aku puas menjadi Anne dari Green Gables dengan kalung mutiaraku. Dan aku puas menjadi Anne Shirley berambut merah dengan sahabat yang senyumnya manis dan mendandaniku dengan sempurna."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 8.
254. "Yang terbaik adalah berusaha dan menang. Yang terbaik kedua adalah berusaha dan kalah."—Anne Shirley, eps. 9.
255. "O, senangnya punya ambisi. Begitu meraih satu ambisi, kau melihat ambisi lain berkilau lebih tinggi lagi."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 9.
256. "Aku tak tahu apa yang ada di balik persimpangan itu, tapi aku akan percaya itu yang terbaik."—Anne Shirley, eps. 10.
257. "Jika kuncup-kuncup kecil memulihkan hatimu, kamu seharusnya tak menutup hatimu dari itu."—Mrs. Allan, Anne Shirley, eps. 10.
258. "Yah, namanya juga kerja. Tentu harus menderita untuk mendapatkan gajimu."—Jane Spancer, Anne Shirley, eps. 11.
259. "Pria sejati tak menumpahkan air ke leher wanita."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 11.
260. "Mungkin, kita paling mencintai orang yang membutuhkan kita."—Anne Shirley, eps. 12.
261. "Banyak hal menyenangkan di dunia ini yang bisa dilakukan tanpa berbohong."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 12.
262. "Aku cuma suka membayangkan hal-hal menyenangkan. Sudah banyak sekali hal tak menyenangkan di dunia ini hingga tak ada gunanya membayangkan hal itu lagi."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 12.
263. "Saat kupikir sesuatu yang indah akan terjadi, aku terbang tinggi dengan sayap imajinasi."—Anne Shirley, eps. 13.
264. "Tidak pernah terlambat bagi Pangeran Sejati untuk menemui Tuan Putri Sejati."—Anne Shirley, eps. 14.
265. "Jangan asal ikut campur urusan orang."—Marilla Cuthbert, Anne Shirley, eps. 14.
266. "Hatiku memang hancur jika itu bisa terjadi, tetapi kehidupan tak akan membiarkanmu terus sengsara. Aku benar-benar orang yang sangat bahagia dan puas meskipun hatiku hancur."—Lavendar Lewis, Anne Shirley, eps. 14.
267. "Hidup adalah serangkaian perpisahan."—Anne Shirley, eps. 15.
268. "Melangkah maju menyusuri jalan kehidupan adalah sesuatu yang luar biasa. Pilih jalanmu sendiri dan terus maju! Jika kamu punya mimpi, jangan menyerah."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 15.
269. "Bukankah menangis membuatmu merasa lebih baik?"—Paul Irving, Anne Shirley, eps. 15.
270. "Bukankah akan lebih indah lagi, Anne, jika tak pernah ada perpisahan atau kesalahpahaman dan mereka bergandengan sepanjang hidup, tanpa ada kenangan yang tersisa, selain kenangan milik mereka berdua?"—Gilbert Blythe, Anne Shirley, eps. 15.
271. "Sulit sekali mengucapkan selamat tinggal."—Anne Shirley, eps. 15.
272. "... dan yang namanya perintis pasti punya kesusahannya sendiri."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 16.
273. "Cinta adalah kekuatan pendorong yang mengubah segalanya."—Anne Shirley, eps. 17.
274. "Hidup tidak akan bisa berkembang dengan sempurna tanpa cobaan dan kesedihan. Meskipun kita baru bisa mengakuinya saat hidup kita cukup nyaman."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 17.
275. "Tapi, aku terus berusaha, bermimpi tentang apa yang bisa saja terjadi."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 18.
276. "Saat aku membuka buku, dengan indah mawar kemarin seolah kembali hidup."—Anne Shirley, eps. 18.
277. "Cuma orang jenius yang boleh menulis akhir cerita sedih."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 19.
278. "Dengar, cerita itu hanya khayalan. Jadi, kau harus membuat pembacamu percaya itu memang mungkin terjadi."—Tuan Harisson, Anne Shirley, eps. 19.
279. "Menulis karya sastra yang hebat itu memang penting, tapi kenyataannya kamu juga harus membeli makan dan membayar kos."—Gilbert Blythe, Anne Shirley, eps. 20.
280. "Betapa menyiksanya harus dewasa, menikah, dan berubah."—Anne Shirley, eps. 22.
281. "Menikah tak akan menyeramkan karena orang-orang masih hidup setelahnya."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 22.
282. "Anggaplah rintangan kecil sebagai lelucon dan rintangan besar sebagai pertanda kemenangan."—Anne Shirley, eps. 23.
283. "Penulis itu bagai ternak yang sulit diprediksi. Maksudku, kemampuan menulis yang diterbitkan memiliki tanggung jawab besar."—Bibi Rumah Patty, Anne Shirley, eps. 23.
284. "Tidak peduli kegembiraan lebih dalam apa yang mungkin datang kepada kita nanti, kita tidak akan pernah lagi memiliki kenangan yang sama."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 23.
285. "Menyiksa dirimu sendiri tidak akan berguna bagi siapa pun."—Marilla Cuthbert, Anne Shirley, eps. 24.
286. "Tak ada dari kita yang bisa mewujudkan semua impian kita. Dan kita akan seperti mati kalau tidak ada yang tersisa untuk diimpikan. Berlian dan aura marmer memang indah, tapi ada lebih banyak "ruang untuk imajinasi" tanpa itu. Dan soal menunggu, itu bukan masalah. Kita akan bahagia, menunggu, bekerja untuk satu sama lain, dan bermimpi."—Anne Shirley, Anne Shirley, eps. 24.
287. "Semua orang hidup di masa kini. Kit tak bisa terikat oleh masa lalu."—Jinya, Kijin Gentoushou, eps. 2.
288. "Hidup lama belum tentu menjadikan kita dewasa, tapi seiring berjalannya waktu, saya memahami sesuatu. Saat masih muda, saya pikir yang saya lihat adalah segalanya. Saya yakin menyakiti orang lain itu salah, tapi saya terlalu muda untuk menyadari ada makna tersembunyi di baliknya. Saat itu, saya terlalu muda untuk berbuat sesuatu."—Jinya, Kijin Gentoushou, eps. 2.
289. "Sebagai anak, kebahagiaan terbesar yang bisa kamu berikan adalah hidup lebih lama dari orang tua."—Ayah Jinya, Kijin Gentoushou, eps. 2.
290. "Kau punya kepribadian yang datar, jadi kadang kau merasa tak peduli dengan apa pun dalam hidup. Sejujurnya, aku tak pernah tahu apa yang harus kupikirkan tentangmu. Tapi sekarang, kulihat kau pun bisa menjadi orang yang cengeng. Jadi, kau hanyalah pria biasa. Jangan menghabiskan banyak waktu untuk merenung, oke? Kau akan punya kerutan permanen di dahimu."—Natsu, Kijin Gentoushou, eps. 5.
291. "Rumah bukanlah tempat tinggal manusia. Orang-oranglah yang membuat rumah."—Sadanaga Miura, Kijin Gentoushou, eps. 5.
292. "Kalau itu tak membuat orang tersenyum, maka itu bukanlah rumah."—Sadanaga Miura, Kijin Gentoushou, eps. 6.
293. "Jika sudah memutuskan, seorang pria itu harus memegang kata-katanya meskipun orang lain tak memahaminya, 'kan? Orang lain tak perlu memahami tekad di hatimu."—Sadanaga Miura, Kijin Gentoushou, eps. 6.
294. "Waktu menghanyutkan semua hal tanpa ampun. Tak ada yang bisa mempertahankan apa yang berharga baginya. Mereka akan selalu kehilangan. Yang hilang, tetaplah hilang. Itu tak 'kan pernah bisa didapatkan kembali."—Jinya, Kijin Gentoushou, eps. 6.
295. "Kukira, aku bisa melakukannya. Semua kehidupan berubah seiring berjalannya waktu. Hatiku yang pernah bersumpah untuk tak berubah pun tak bisa bertahan selamanya. Jangan menjadi sepertiku. Jadilah pria yang menghargai kebencian sendiri."—Motoharu, Kijin Gentoushou, eps. 7.
296. "Keberuntungan dan kesialan juga saling memutari, ya."—Ayah Jinya dan Natsu, Kijin Gentoushou, eps. 7.
297. "Menurutku, menjadi burung pipit yang bisa bertahan di musim dingin itu bagus, kok. Tapi, hati orang bisa berubah. Kuharap, suatu hari perasaanmu akan terbalas dan berubah menjadi kerang."—Akitsu Somegorou, Kijin Gentoushou, eps. 8.
298. "Burung tidak butuh alasan untuk hinggap di bunga yang mekar. Bukankah itu sama dengan saudara? Apa pun yang terjadi, ikatan itu tidak akan putus."—Natsu, Kijin Gentoushou, eps. 9.
299. "Tapi pada akhirnya, perasaa selalu menemukan jalan kembali ke tempat yang mereka dambakan."—Akitsu Somegorou, Kijin Gentoushou, eps. 9.
300. "Seiring berjalannya, tidak ada orang atau pemandangan yang bisa melawan. Tak ada yang tak berubah di dunia ini, tapi perasaan manusia ... hanya perasaan manusia saja meski berubah bentuk."—Kijin Gentoushou, eps. 9.
πππ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar