Selasa, 02 September 2025

100 Kutipan Anime/Film: Bagian 1

 


πŸ€πŸ€πŸ€

1. "Menghabiskan air mata juga hal bahagia."—Akihito Narihisago, ID: Invaded, eps. 13.

2. "Di dalam kehidupan, terdapat tugas dan tanggung jawab. Itu merupakan nasib dari makhluk yang diberkati detak jantung. Hanya pengecutlah yang akan kabur darinya."—Yukimaru, Kaizoku Oujo, eps. 2.

3. "Kebenaran tak 'kan pernah sama dengan apa yang dipikirkan dalam kepala kita."—Abel Bluefield, Kaizoku Oujo, eps. 6.

4. "Di kehidupan yang cepat berlalu ini, ada dua momen yang paling membahagiakan. Saat kita terlahir ke dunia ini dan mengembuskan napas pertama lalu saat kita tahu alasan terlahir ke dunia ini."—Yukimaru, Kaizoku Oujo, eps. 8.

5. "Kesalahpahaman biasanya berasal dari kebenaran."—Jin, #Compass 2.0, eps. 5.

6. "Salah ucap atau kata-kata dan tindakan yang tidak direncanakan sebelumnya menunjukkan perasaanmu yang sebenarnya."—Knuckleduster-san, My Hero Academia Illegal: Vigilantes, eps. 2.

7. "Pahlawan dan penjahat adalah dua sisi mata uang yang sama. Segala sesuatu yang sah dan tidak sah bergantung pada setiap situasi."—Makoto Tsukauchi, My Hero Academia Illegal: Vigilantes, eps. 7.

8. "Seberapa khawatir pun orang tua, kelak anak-anak pasti akan terbang sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah mengajari mereka mendarat dengan aman."—Knuckleduster-san a.k Kuroiwa-san, My Hero Academia Illegal: Vigilantes, eps. 9.

9. "Aku terlalu bodoh untuk tahu soal pertemanan, tapi kita harus mengambil risiko berbahaya dan juga meringkus para penjahat bersama-sama. Itulah gunanya teman!"—Makoto Majima, Ikebukuro West Gate Park, eps. 6.

10. "Jika aku terus khawatir tentang masa lalu, hari esokku tak 'kan pernah dimulai."—Tsukasa Hayama, Ikebukuro West Gate Park, eps. 10.

11. "Bukan untuk membalas kebencian, tapi untuk melihat dan berbicara. Aku rasa, begitu yang diajarkan untuk menjadi orang bersahaja."—Makoto Majima, Ikebukuro West Gate Park, eps. 10.

12. "Suka dan cinta itu sama-sama bentuk sayang."—Shinji Makishima, Danjo no Yuujo, eps. 4.

13. "Kehidupan memang tak bisa berjalan sesuai keinginan. Lalu, kalau berjalan tak sesuai keinginan, maka harus bisa meraih dengan kemampuan sendiri."—Yuu Natsume, Danjo no Yuujo, eps. 4.

14. "Hidup itu terbatas. Meski punya banyak uang, mustahil dapat semua yang kau ingin."—Hibari Inuzuka, Danjo no Yuujo, eps. 4.

15. "Yang cantik tuh enggak selalu murni, loh."—Himari Inuzuka, Danjo no Yuujo, eps. 5.

16. "Hidup tanpa bisa dapatkan hal yang paling diinginkan sepertiku memang sangat berat."—Shinji Makishima, Danjo no Yuujo, eps. 12.

17. "Terlalu fokus masa depan sampai tak memperhatikan saat ini hanya akan membuatmu lelah."—Rion Enomoto, Danjo no Yuujo, eps. 12.

18. "Cara pandang yang sempit akan mengurung mimpi di ruang yang sama. Karena itu, terlalu fokus pada mimpi sempit bikin kita kehilangan banyak hal."—Yuu Natsume, Danjo no Yuujo, eps. 12.

19. "Begitu menemukan orang dengan kebiasaan sama, maka akan sangat bahagia juga bisa mengingat orang dengan kebiasaan yang sama itu."—Hajime Kudo, Kowloon Generic Romance, eps. 1.

20. "Bagaimanapun, antara cinta dan benci hanya ada perbedaan tipis. Tampang seseorang yang biasanya belum tentu adalah wajah aslinya."—Yaomay, Kowloon Generic Romance, eps. 5.

21. "Jika ingin mengubah ekspresi, daripada melakukan operasi, mengatur suasana hati barulah yang paling berefek."—Miyuki Hebinuma, Kowloon Generic Romance, eps. 5.

22. "Diberi segalanya belum tentu diberkati Dewa. Karena saat kau diberikan sesuatu, bersamaan dengan itu mungkin juga ada sesuatu yang diambil."—Miyuki Hebinuma, Kowloon Generic Romance, eps. 5.

23. "Semua orang memiliki kehidupan sekarang karena memiliki masa lalu."—Reiko Kujirai, Kowloon Generic Romance, eps. 5.

24. "Dalam kehidupan setiap hari, manusia akan mengatakan kebohongan sepele. Namun, terus ditutupi hanya akan menjadi diri sendiri yang palsu. Lepaskan seluruh kebohongan itu, lakukan hal yang diinginkan oleh hati, lalu terus dilakukan. Kau pasti bisa menjadi "aku yang mutlak". Meski bisa menyesal karena hal ini, dibandingkan kebohongan, aku lebih memilih "kemutlakan". Dibandingkan jadi orang palsu, aku lebih ingin menjadi diriku sendiri."—Yaomay, Kowloon Generic Romance, eps. 6.

25. "Jika ingin mewujudkan hidup abadi, dibandingkan tubuh yang tidak akan rusak, yang lebih penting adalah ingatan yang jelas dan nyata."—Miyuki Hebinuma, Kowloon Generic Romance, eps. 6.

26. "Kerutan yang dimaksud melambangkan sejarah seseorang. Bukti bagaimana seseorang bisa hidup sampai sekarang. Jadi, kerutan yang bertambah adalah bukti aku hidup."—Reiko Kujirai, Kowloon Generic Romance, eps. 6.

27. "Hubungan interpersonal yang dibangun dengan menyamar atau pura-pura menunjukkan pesona diri sama sekali tidak berarti."—Miyuki Hebinuma, Kowloon Generic Romance, eps. 7.

28. "Membangun identitas sendiri tidaklah mudah. Tidak peduli memberi penilaian seperti apa kepada diri sendiri, seberapa besar mengakui diri sendiri, kau tidak akan merasa puas jika tidak menerima komentar sama dari orang lain."—Miyuki Hebinuma, Kowloon Generic Romance, eps. 7.

29. "Berkorban demi orang yang penting tidaklah salah, tetapi tidak boleh melupakan hal yang harus dilakukan dan ingin dilakukan."—Tao Gwen, Kowloon Generic Romance, eps. 11.

30. "Kau tidak perlu melepaskan sesuatu yang kausukai. Selama kau tidak menyerah, sesuatu yang berharga itu tidak akan lenyap."—Yaomay, Kowloon Generic Romance, eps. 11.

31. "Orang yang bisa mengubah diri sendiri akan bisa menyelamatkan diri sendiri, bukan orang lain."—Reiko Kujirai, Kowloon Generic Romance, eps. 13.

32. "Jangan pernah menjual diri pada siapa pun dengan harga murah."—Willem Kmetsch, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 2.

33. "Penampilan yang imut itulah perwujudan dari keinginan disayangi dan dicintai."—Willem Kmetsch, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 3.

34. "Keteguhan hati dan menyerah pada dasarnya itu sama. Mereka berdua memberikan pilihan untuk mengorbankan hal berharga demi satu tujuan. Semua prajurit memiliki keinginannya sendiri di dalam hatinya. Itu berguna sebagai penunjuk arah di kala seseorang berjalan tanpa tujuan. Saat pertarungan berakhir, jiwa suci mereka akan mencari tempat peristirahatannya."—Petugas Limeskin, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 3.

35. "Mengizinkan apa yang anak-anak inginkan sudah menjadi tugas orang tua."—Willem Kmetsch, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 7.

36. "Kepercayaan dari dalam hati mungkin bisa menimbulkan kekuatan yang misterius."—Grick, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 3.

37. "Sejak awal, "kebahagiaan" bagi masing-masing orang itu berbeda. Ada orang yang bisa makan saja sudah bahagia. Ada orang yang bahagia jika bisa membaca buku. Ada juga orang yang bahagia jika bisa hidup tanpa penyesalan. Serta, ada juga orang yang bahagia saat berhasil melewati rintangan hidup. Jika ada orang yang bahagia saat "sosok terkasihnya" bahagia, maka ada juga yang merasa sial saat "sosok" tersebut dirundung kesedihan. Tapi, kebanyakan orang tidak menyadari perasaannya sendiri. Mereka tidak tahu apa "hal" yang bisa membuat mereka bahagia. Meski begitu, mereka malah terus bicara jika ingin "bahagia". Jika orang dengan tipe seperti itu menyadari kebahagiannya, mereka tetap tidak bisa merasa bahagia. Terus mengikuti kata hati, itulah yang terpenting."—Rhantolk, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 11.

38. "Pertarungan melawan kehendak hati adalah pertarungan yang terberat."—Limeskin, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 12.

39. "Sebuah "kebahagiaan" hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh yang bersangkutan. Memutuskan dan menyangkal kebahagiaan orang lain hanyalah keegoisan pribadi. Kalau ada seseorang yang bisa memberikan kebahagiaan, dia pastilah orang yang menyadari sikap egoisnya dan meneruskannya hingga akhir."—Rhantolk, Shuumatsu Nani Shitemasu ka, eps. 12.

40. "Kehidupan penuh cinta, kebahagiaan, dan terkadang kesedihan harus dilindungi."—Nada, Teogonia, eps. 7.

41. "Jika kau ragu, kau tidak akan bisa bertarung dengan kekuatan penuh."—Jose, Teogonia, eps. 10.

42. "Jangan tenggelam dalam kesombongan yang didapat dari kekuatan."—Shunder, Teogonia, eps. 12.

43. "Minum setelah kerja itu nikmat. Namun, saat kau menua, kau pikirkan hari esok dan tak minum berlebihan."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 1.

44. "Jika lawanmu fokus dengan pedangmu, mereka tak 'kan menyadari perubahan jarak. Itu hal kecil, tapi bahkan setengah langkah bisa menentukan kau menang atau kalah."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 2.

45. "Jika kau ingin menguasai pedang, kau sebaiknya tidak menjadi komandan. Itu membuang banyak waktumu."—Allucia Citrus, Katainaka no Ossan, eps. 2.

46. "Makan sambil jalan-jalan seru juga, tetapi kau tak 'kan bisa berhenti makan. Ketika kau berusia lebih dari 30 tahun, itu akan menyebabkan berat badan berlebih."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 2.

47. "Teh adalah kenikmatan orang dewasa. Bisa membahas beragam jenis teh membuatmu tampak keren, tapi satu-satunya yang bisa kukatakan adalah apakah teh ini kuat atau lemah."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 3.

48. "Orang bisa membeli kaki ayam di jagal jika meminta "cakar feniks". Rasanya enak. Kelihatan menjijikkan, tetapi orang tua tak memikirkan itu."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 4.

49. "Kita semua percaya pada apa yang ingin kita percaya."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 5.

50. "Hanya seorang bocah yang berpikir bahwa mainan mahalnya bisa mengalahkan yang asli."—Lucy, Katainaka no Ossan, eps. 5.

51. "Anak muda makan dengan lahap, tapi seiring bertambah usia, aku ingin menikmati makananku perlahan. Aku berusaha terdengar bijak walau sebenarnya sistem pencernaanmu hanya melambat."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps 5.

52. "Makanan mewah itu menakutkan bagi pria tua, apalagi ditemani wanita cantik."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 8.

53. "Masakan rumah menghangatkan hati dan tidak mahal, tetapi tetap saja pria tua suka pergi ke kedai setelah bekerja."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 9.

54. "Sup dan rebusan terasa lebih enak jika dibuat dengan jumlah banyak. Terasa lebih enak lagi pada hari kedua atau ketiga, tapi makan setelah hari keempat adalah taruhan."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 10.

55. "Gunakanlah keinginan kuatmu untuk tujuan lebih baik. Tugas guru adalah bertanggung jawab atas kesalahan muridnya."—Beryl Gardenant, Katainaka no Ossan, eps. 12.

56. "Tidak ada orang yang langsung sempurna sejak awal. Jangan berkecil hati! Teruslah berusaha dengan baik."—Garret Vance, Kizu Darake Seijo, eps. 1.

57. "Terkadang, pria ingin sesuatu meski itu tidak berguna."—Liam Sera Banfield, Ore wa Seikan, eps. 6

58. "Istirahat mempersiapkan jalan panjang di hadapanmu."18x2 Beyond Youthful Days.

59. "Berpelesir itu menyenangkan karena akhirnya tak bisa ditebak."18x2 Beyond Youthful Days.

60. "Beristirahat sejenak memberikan perspektif tentang apa yang penting di hidup kita."18x2 Beyond Youthful Days.

61. "Pelesiran bisa menilai kembali jalan hidupmu."18x2 Beyond Youthful Days.

62. "Orang tidak mesti jatuh cinta pada tipe idamannya."18x2 Beyond Youthful Days.

63. "Hanya segelintir orang yang bisa menemukan mimpinya dan mewujudkannya."18x2 Beyond Youthful Days.

64. "Menjadi orang dewasa itu sulit."—18x2 Beyond Youthful Days.

65. "Mari bertemu lagi setelah kita mewujudkan mimpi kita. Hingga saat itu, betapa pun sulitnya keadaan, kita tak akan menyerah. Kita tak akan pernah menyerah."18x2 Beyond Youthful Days.

66. "Orang-orang mudah terlupakan karena mereka meninggal."Love Letter (1995).

67. "Orang-orang nyata tidak ingin orang asing berkunjung ke tempat tinggal mereka."—Sakurako-chan, Mono, eps. 3.

68. "Reuni kelas terdengar bagus. Bertemu kembali dengan orang-orang di reuni lalu kau jatuh cinta dengan seseorang, terkadang terjadi."The Last 10 Years.

69. "Soalnya, otak manusia itu gampang ngelantur. Kalau dari awal udah serem, kadang bisa aja jadi ngeliat yang serem. Takut gara-gara ngelihat yang sebenarnya enggak ada. Itu juga salah satu cara menikmati horor."Mono, eps. 8.

70. "Karena kekuatan, kemenangan, dan kekalahan manusia itu hanya masalah berspekulasi."—Jack 'O, Guilty Gear Strive, eps. 01.

71. "Manusia terombang-ambing oleh hukum kebenaran. Itulah hukum dunia ini."Guilty Gear Strive, eps. 06.

72. "Pria tampan selalu muncul di momen bagus."—Johnny, Guilty Gear Strive, eps. 7.

73. "Kematian tanpa rasa malu adalah harga diri kesatria."—Danzo, Kanchigai no Atelier, eps. 3.

74. "Mana mungkin menyesal bertarung demi melindungi teman!"—Kans, Kanchigai no Atelier, eps. 3

75. "Siapa pun tidak tahu bagaimana akan terjatuh, tapi kita masih bisa berusaha agar terjatuh dengan cara yang baik."—Yulishia, Kanchigai no Atelier, eps. 7.

76. "Jika pria sampai nekat demi melindungi perempuan yang disayanginya, itu bukanlah yang sering terjadi, tapi sebuah keharusan."—Kurt Rockhans, Kanchigai no Atelier, eps. 8.

77. "Selalu ada orang yang lebih baik di luar sana."—Pandai Besi, Kanchigai no Atelier, eps. 10.

78. "Kau tidak perlu mengotori tanganmu. Hal baik datang kepada mereka yang sabar, tahu."—Malaikat baik, Ranma 1/2 (2024), eps. 10.

79. "Tempalah besi selagi panas."Ranma 1/2 (2024), eps. 11.

80. "Jangan bahas uang di depan cewek yang patah hati."—Anna Yanami, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 2.

81. "Cewek tuh sesekali pengin dimanjain."—Lemon Yakishio, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 3.

82. "Barangsiapa yang belum tertolak, hendaklah lempar batu ke si Kalahan."Make Heroine ga Oosugiru, eps 6.

83. "Orang akan terpikat dengan makanan."—Anna Yanami, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 8.

84. "Minta bantuan juga termasuk hal yang bisa kamu lakukan."—Lemon Yakishio, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 9.

85. "Meski sudah tenang dan benar-benar menyerah, bukan berarti cintanya bisa menghilang begitu saja."—Anna Yanami, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 9.

86. "Obrolan sopan tuh permulus roda masyarakat."—Koto Tsukinoki, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 10.

87. "Aku tak suka ungkapan 'waktu akan selesaikan segalanya', tapi ada juga yang selesai tanpa waktu."—Kazahiko Nukumizu, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 10.

88. "Tidak baik juga cari tenang dengan dimarahi orang. Kamu tidak boleh hanya mengatakan yang kamu pikirkan, lo. Kamu juga harus membuat yang lain terbuka padamu."—Kazuhiko Nukumizu, Make Heroin ga Oosugiru, eps. 11.

89. "Cinta itu bukan sesuatu yang dipaksakan. Itu akan terjadi alami saat dua orang sehati bersama."—Anna Yanami, Make Heroine ga Oosugiru, eps. 12.

90. "Yah, hidup memang membosankan, tetapi apa boleh buat. Kita biarkan saja mengalir dengan tenang."—Yutaka Hasebe, Servant x Service, eps. 03.

91. "Interaksi fisik sederhana dan pertanyaan yang mengarah ke tubuhmu termasuk pelecehan seksual."—Megumi Chihaya, Servant x Service, eps. 4.

92. "Baik karena usaha atau memang sudah bakatnya, menurutku rasanya hebat kalau bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tapi, seburuk apa pun kata orang atau meski mereka bilang sia-sia, selama kamu menjalani hidup menyenangkan sesuai keinginanmu, itu jauh lebih hebat dari apa pun."—Lucy Yamagami, Servant x Service, eps. 8.

93. "Kau tidak boleh mengganggu orang lain saat mereka sedang membicarakan sesuatu hal yang penting."—Saya Miyoshi, Servant x Service, eps. 13.

94. "Imajinasi punya kekuatan untuk mengubah ruang dan waktu."—Echo, 16bits Sensation: Another Layer, eps. 8.

95. "Kau orangnya ceria mulu, ya. Orang-orang sepertimu pasti bisa mewujudkan impian mereka."—Mamoru, 16bit Sensation: Another Layer, eps. 9.

96. "Jangan mengucapkan kata-kata yang begitu mengasingkan diri."—Yukito Yanagi, Ayaka, eps. 1.

97. "Meski kau mengamuk seperti iblis kecil, itu juga tidak masalah. Kau harus belajar untuk mengekspresikan perasaanmu."—Jingi, Ayaka, eps. 1.

98. "Meskipun perahunya besar, jika nakhoda tidak mahir, dia akan terbawa ombak di laut besar. Takutnya, kapal juga akan terbalik karena ombak atau tenggelam."—Haruaki Kurama, Ayaka, eps. 12.

99. "Ini berarti, walau seekor anjing berduka yang lemah, tetap bisa melawan jika berkelompok."—Aka, Ayaka, eps. 12.

100. "Orang harus hidup sesuai keinginan, barulah ada artinya."—Jingi, Ayaka, eps. 12.

πŸ€πŸ€πŸ€


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

100 Kutipan Anime/Film: Bagian 4

  πŸ€πŸ€πŸ€ 301. "Jika Anda ingin meraih hati seseorang, Anda harus menghabiskan waktu untuk mengenalnya. Jika Anda ingin memasuki hati se...